Sikap Persija dan Persebaya Terkait Hasil Manager Meeting Liga 1

Betting bola Online

Persebaya Surabaya memastikan meraih gelar Piala Gubernur Jatim 2020. Di partai final, mereka mengalahkan Persija Jakarta yang bermain dengan 10 pemain 4-1.

kabarbola365.org – Sikap Persija dan Persebaya Terkait Hasil Manager Meeting Liga 1 – Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya tak puas dengan hasil manager meeting Shopee Liga 1 2020 yang sudah digelar PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.
Manager meeting Liga 1 digelar pada 7 Agustus 2020. Pembahasannya lebih banyak terkait persiapan untuk menggulirkan kompetisi lagi pada 1 Oktober 2020, salah satunya menyangkut protokol kesehatan di masa pandemi virus corona.

Hasil pertemuan para klub ternyata tak memuaskan untuk Persija Jakarta. Mereka pun pada akhirnya masih belum tahu langkah apa yang harus diambil guna mempersiapkan tim.

“Sampai sekarang belum ada persiapan karena belum ada hasil dari rapat tersebut,” kata Direktur Olahraga Persija, Ferry Paulus, kepada awak media.

“Belum ada (persiapan). Hasil dari manager meeting ini saja belum jelas, jadi belum ada persiapan. Belum ada ke arah sana (mempersiapkan tim),” kata Manajer Persija, Bambang Pamungkas.

BACA JUGA :   Gagal Kalahkan PS Tira, Mitra Kukar Tak Kecewa

Kebingungan juga dialami oleh Persebaya. Mereka bahkan masih pada sikap yang sama untuk menolak melanjutkan liga jika tidak ada jaminan keselamatan.

“Posisi Persebaya sampai saat ini belum berubah. Kami masih menunggu penjelasan lebih detail terkait penerapan protokol kesehatan. Sebelum dan selama kompetisi berjalan,” kata Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, seperti dikutip dari situs resmi klub.

Persebaya Surabaya juga menyampaikan tiga hal yang dipertanyakan kepada PT. LIB. Semua itu terkait penanganan protokol kesehatan:

1. Bagaimana penerapan protokol kesehatan bagi klub selama masa persiapan (latihan) sebelum memasuki kompetisi. Ini penting, agar semua klub miliki panduan yang jelas dan terarah selama melakukan persiapan. Ada standar bersama yang bisa diterapkan. Klub tidak membuat standar yang dibangun sesuai persepsi masing-masing. Dengan begitu, ketika memasuki kompetisi, tidak perlu ada lagi kekhawatiran terkait paparan Covid-19.

2. Perlu juga dijelaskan mitigasi atau penanganan yang harus dilakukan oleh klub, LIB, maupun pihak lain yang terkait, bila ada pemain atau pun ofisial yang hasil swab test-nya positif. Klub, harus mendapat gambaran utuh dan detail agar tidak gagap bila kejadian yang tidak diinginkan ini terjadi.

3. Persebaya juga membutuhkan gambaran menyeluruh, bagaimana langkah-langkah PSSI maupun LIB untuk memastikan agar lanjutan kompetisi tidak berpotensi menjadikan kluster baru penyebaran Covid-19. Ini terkait dengan pertandingan-pertandingan yang berpotensi terjadi pengumpulan masa di lokasi pertandingan maupun tempat-tempat umum.

 

Sumber : detiksport

author